Game Online Yang Makin Menjajah Remaja

Written by Delta Rahwanda

Di sebelah tempat tinggal saya ada sebuah warnet (warung internet) yang selalu rame dan tidak pernah sepi. Saya pribadi memang belum pernah masuk meski warnet itu sudah dibuka sejak setahun yang lalu. Bukan karena tidak pernah maen internet tapi karena di kantor selalu on line. Jadi biar lebih hemat ngapain juga ke warnet, kan harus bayar kalo dah pake.

Tapi suatu hari mendadak harus ke warnet itu, waktu itu hari selasa. Hari aktif kerja tapi kantor diliburkan lantaran habis ada acara di hari seninnya. So selasa dikasih waktu untuk take a rest. Setelah mandi and pake baju, saya langsung ke sana and nggak lupa bawa flask disk. Kurang lebih sepuluh meter dari pintu masuk saya lihat banyak sekali sepatu dan sandal di depan pintu. “Wah pasti penuh” ujarku. Waktu kubuka pintu, ternyata sepi. Hanya ada dua orang yang duduk di depan Komputer.

Tidak lama, saya dengar suara gaduh dari dalam ruangan. Penasaran, lalu saya buka itu pintu di bagian pojok ruangan warnet. Hampir semuanya memakai seragam sekolah. Seragam abu-abu dan putih biru. Mereka sedang maen game on line. Sebuah trend yang sedang merambah kalangan remaja kita.

MMORPG (Massivelly Multiplayer Online Role Playing Game) adalah sebuah system game yang di hubungkan dengan orang di seluruh dunia dengan menggunakan Personal Computer dan RPG (Role Playing Game) sebagai alatnya. Singkatnya kita sebut saja sebuah permainan komputer yang terhubung oleh sebuah system melalu internet atau Game Online. Kalau hanya sesekali saja mungkin tidak akan menjadi masalah, namun game ini tentu menimbulkan kecanduan pada remaja. Seperti peristiwa yang saya alami, hampir semuanya anak sekolah dan bermain di waktu jam belajar. Dampak kecanduannya akan sangat parah, seorang anak bisa bermain lebih dari lima jam sehari dan dilakukan berulang-ulang setiap hari. Bahkan banyak di antara mereka yang menginap dan bermain 24 jam penuh. Hal yang lebih fatal adalah content dari game yang mereka mainkan berisi tentang violence (kekerasan) dan mengandung unsur pornography. Sebuah game seperti “WWC atau WCW” adalah game yang berisi tokoh WCW dan WWC bertanding di atas ring. Belum lagi game yang memiliki content pornografi di dalamnya seperti game “Shoot me”. Shoot me game adalah permainan biasa namun di embel-embeli figure wanita seksi di dalamnya. Seorang pemain game harus mengalahkan musuhnya dan jika ia menang mengalahkan musuhnya maka seorang wanita akan melepaskan satu-persatu bajunya hingga telanjang bugil.

Penjelasan di atas hanyalah sedikit uraian tentang apa yang kebetulan saya lihat dan terjadi di sekitar saya. Untuk menangani ini, maka semua harus bekerja. Si anak itu sendiri, orang tua, lingkungan, pemilik rental dll. Hal ini akan sangat berpotensi menjadi masalah yang sangat serius di hari mendatang khususnya masa depan remaja kita.

Semua harus saling mengingatkan. Semoga bermanfaat!

Ditulis tanggal 15 September 2008

~ by babattanahleluhur on January 20, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: