Jadi orang Indonesia, BINGUNG??

Written by Delta Rahwanda

Budi adalah asli orang Indonesia. Suatu hari ketika sedang jalan-jalan budi merasa sangat lapar. Lalu singgahlah dia di warung makan yang lumayan besar. Tak lama pemilik warung membawa berbagai menu makanan yang telah di sediakan di atas piring dan diletakkan di atas meja tepat di depan Budi. Menunya adalah Ayam bakar, Telur Asin, Rendang sapi, Gorengan (bakwan/ tahu bunting dll), Kikil (terbuat dari kulit sapi), ikan goreng dan tahu.

Setelah mengambil nasi budi hendak memilih lauk apa yang akan dia makan. Tangannya siap mengambil telur asin, tapi dia teringat berita di Koran 4 hari yang lalu bahwa saat ini banyak sekali telur palsu beredar. Akhirnya dia urungkan niatnya untuk makan dengan telur asin. Kemudian matanya tertuju pada ayam bakar, “ah semalam aku baru aja liat siaran ayam tiren. Jangan-jangan ayam titen (mati kemaren) lagi” pilihan keduapun gagal. Kemarin sore Jhoni (teman dekat Budi) mengatakan bahwa saat ini banyak sekali daging sapi gelonggongan. ‘Jadi hati-hati kalo mo makan daging sapi, sapi gelonggongan haram buat muslim” kata Jhoni kemarin sore. Rendang sapi akhirnya tidak lirik oleh Budi. Mendadak matanya melihat tayangan di televise yang sedang menyiarkan berita tentang para penjual gorengan yang menambah beberapa bungkus plastic pada minyak gorengnya agar membuat hasil gorengan menjadi lebih renyah. Budi jadi bingung?

Tadi pagi sebelum budi pergi untuk jalan-jalan, dia sempat membuka detik.com dan membaca berita terbaru. Judulnya “Kikil dari pabrik sepatu dan jaket” isinya tentang kikil dan kerupuk kulit yang terbuat dari kulit sapi, kini banyak dibuat dengan menggunkan kulit sisa pembuatan sepatu dan jaket (Bahan sisa pembuatan jaket dan sepatu kulit).

Apa boleh buat akhirnya Budi memlih makanan terakhir yang menurut dia masih steril yaitu ikan goreng dan tahu meski menu itu bukanlah makanan favoritnya. “Apa boleh buat” katanya

Bagaiaman menurut anda pengalaman Budi? Pernah mengalaminya?

Rupanay si Budi beluum tahu kalau si ikan goreng juga sudah terkontaminasi oleh formalin (mungkin si Budi lupa). Dan satu lagi, budi juga tidak ingat kalo tahu yang dia makan juga mengandung boraks.

Waduh, kasihan si Budi! Untung susu tadi tidak dia minum, jangan-jangan si susu mengandung melanin lagi. Any comment?

Ps: Cerita ini hanyalah fiktif belaka. Bila ada kesamaan nama dan tempat kejadian hanyalah kebetulan belaka!

Ditulis tanggal 25 Januari 2009

~ by babattanahleluhur on January 27, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: